Apa Makanan Terbaik Bagi Bayi Prematur?


Uncategorized / Rabu, Januari 31st, 2018

Hadirnya seorang bayi dalam keluarga Anda tentu saja akan
melengkapi kebahagiaan Anda dan suami, akan tetapi hal ini juga
dapat membuat Anda dan suami stress bila bayi Anda lahir lebih
cepat daripada perkiraan.

Bayi prematur biasanya harus diletakkan di dalam inkubator di
NICU selama setidaknya beberapa minggu. Hal ini dikarenakan
berbagai organ tubuhnya belum berkembang dengan sempurna
sehingga kondisi kesehatannya pun belum stabil. Karena hal ini
jugalah banyak ibu meragukan saran dokternya bila mereka
diminta memberikan ASI pada bayi prematur mereka. Mereka merasa
khawatir hal ini dapat semakin memperburuk keadaan kesehatan
bayinya.

Akan tetapi, hal penting yang perlu para ibu ketahui adalah
bahwa ASI justru adalah makanan terbaik bagi para bayi baru
lahir, terutama bagi bayi prematur. Hal ini dikarenakan ASI
mengandung berbagai zat yang dapat membantu menjaga kesehatan
bayi baru lahir.

 

Kolostrum merupakan air susu pertama yang dihasilkan oleh sang
ibu setelah ia melahirkan. Dan dibandingkan dengan berbagai
jenis susu lainnya termasuk ASI, kolostrum memiliki kandungan
antibodi yang paling tinggi, yang diperlukan oleh bayi prematur
untuk melawan berbagai jenis komplikasi atau infeksi yang
mungkin terjadi.

ASI juga sangat efektif untuk melindungi bayi dari berbagai
jenis infeksi seperti meningitis dan
enterokolitis nekrotisasi, suatu infeksi usus berat.
Jadi, dengan mengkonsumsi ASI, bayi akan menerima “imunisasi”
pertamanya karena semua antibodi yang ada di dalam tubuh ibu
akan “diturunkan” pada bayinya melalui ASI. Tidak ada vaksin
buatan di dunia ini yang dapat menyamai “vaksin” yang satu ini.

Kolostrum memang sudah didesain secara khusus untuk membantu
bayi prematur melewati minggu-minggu pertama kehidupannya.
Kolostrum mengandung lebih banyak protein dan lemak daripada
ASI yang dihasilkan beberapa minggu setelah ibu melahirkan.

Selain itu, ibu yang melahirkan bayi prematur biasanya akan
menghasilkan kolostrum untuk waktu yang lebih lama daripada ibu
yang melahirkan bayi cukup bulan. Oleh karena itu, sangat
penting agar para ibu yang mengalami persalinan prematur untuk
memberikan ASInya sebanyak mungkin pada bayinya. Sangat penting
untuk seorang ibu dari bayi prematur untuk memberikan ASInya
(atau mengeluarkan ASInya) 6 jam paska melahirkan.

Untuk memastikan produksi ASI ibu bayi prematur tidak terganggu
karena lebih jarang menyusui (karena bayi masih berada di
inkubator), dianjurkan agar para ibu ini memerah ASInya secara
teratur, yaitu sekitar 8x sehari, seperti halnya wanita yang
menyusui bayi cukup bulan.

 

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan
Gendongan Bayi

 

Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana bayi prematur diberi
makan berdasarkan pada usianya:

  • Usia 28 minggu atau kurang, makanan dan nutrisi lainnya
    diberikan melalui infus dan cairan infus
  • Usia 28-34 minggu, makanan diberikan melalui infus dan
    cairan infus, ditambah dengan melalui selang makan
  • Usia 32-37 minggu, makanan diberikan melalui selang makan
    dan dari botol susu atau dari ASI
  • Usia 38 minggu. Sebenarnya bayi sudah termasuk cukup bulan
    saat mereka berusia 38 minggu, akan tetapi sebagai “mantan”
    bayi prematur maka bayi biasanya lebih lemah. Biasanya bayi
    butuh waktu lebih lama untuk disusui dan para ibu harus
    memperhatikan apakah bayi mengalami berbagai gangguan saat
    menyusui, misalnya tersedak, menelan, dan bernapas. Karena bayi
    prematur tidak terbiasa minum susu sendiri, maka ibu mungkin
    perlu sering memberikan jeda pada bayi saat minum susu sehingga
    bayi dapat menelan susu dan bernapas dengan bayi. Jika bibir
    bayi berwarna kebiruan saat menyusui, maka ia mungkin tersedak

Selain itu, karena bayi prematur biasanya memiliki otot leher
yang lebih lemah, maka kepala mereka perlu ditopang saat
menyusui. Ibu harus meletakkan tangannya di belakang leher
bayinya, di mana jari telunjuk dan ibu jari ibu berada pada
telinga bayi.

Bayi prematur juga sering mengalami refluks gastroesofageal,
yang membuat mereka akan memuntahkan semua makanan yang
dikonsumsinya. Untuk mencegahnya, dianjurkan untuk
menengkurapkan bayi atau memiringkan posisi tidur bayi. Ibu
juga dianjurkan untuk menyusui bayinya lebih sering dengan
porsi yang lebih sedikit setiap kalinya.

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.

 

Sumber: healthxchange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *