Berbagai Jenis Makanan yang HARUS Dihindari Saat Hamil


Uncategorized / Senin, Maret 26th, 2018

Saat hamil, bukan hanya tubuh Anda yang akan mengalami
perubahan, cara Anda berpikir dan melihat diri Anda pun akan
berubah, begitu juga dengan prioritas, sikap, dan gaya hidup
Anda. Intinya semua aspek dalam kehidupan Anda akan mengalami
perubahan.

Untuk menjaga agar bayi di dalam kandungan Anda dan diri Anda
sendiri tetap sehat, ada beberapa hal yang harus Anda
perhatikan, termasuk apa yang Anda makan dan minum.

Walaupun Anda boleh mengkonsumsi berbagai jenis makanan,
terutama bila sedang ngidam, namun ada beberapa jenis makanan
yang mau tidak mau harus Anda hindari selama hamil. Di bawah
ini Anda dapat melihat makanan apa saja yang harus Anda hindari
saat hamil.

 

Seafood dan Ikan Tertentu

Selama hamil Anda bukannya tidak boleh mengkonsumsi ikan sama
sekali. Anda hanya perlu menghindari beberapa jenis ikan
tertentu, terutama ikan yang mengandung merkuri. Mengkonsumsi
merkuri selama hamil dapat menyebabkan terjadinya kerusakan
otak dan gangguan perkembangan pada bayi Anda. Oleh karena itu,
dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis ikan yang
mengandung banyak merkuri selama hamil. Beberapa jenis ikan
yang dimaksud adalah mackerel, ikan todak, hiu, dan tilefish.
Ikan tuna yang mengandung sedikit merkuri, boleh dikonsumsi
dalam jumlah sedang.

Selain itu, ibu hamil juga harus menghindari seafood asap atau
mentah karena keduanya dapat mengandung bakteri listeria. Ibu
hamil juga harus menghindari konsumsi ikan yang telah tercemar
oleh polutan seperti ikan salmon, striped bass, bluefish,
walleye, dan trout.

Bila Anda sangat ingin mengkonsumsi ikan, konsumsilah ikan air
tawar yang tidak mengandung merkuri atau polutan.

 

Telur Mentah Atau Setengah Matang

Saat hamil, sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi telur mentah
atau setengah matang karena telur ini mungki mengandung bakteri
salmonella yang dapat menyebabkan muntah dan diare. Cara
terbaik untuk mengkonsumsi telur adalah telur matang.

 

Daging Merah dan Daging Unggas Setengah Matang

Bila Anda sangat menyukai daging saat sedang hamil, tidak
dianjurkan mengkonsumsi daging setengah matang karena daging
mungkin mengandung bakteri listeria. Semua daging harus dimasak
hingga mencapai 73 derajat celcius. Begitu pula halnya dengan
daging unggas.

Selain listeria, parasit toxoplasma gondii juga dapat ditemukan
pada daging merah dan daging unggas mentah, yang dapat
menyebabkan terjadinya keracunan makanan, keguguran, dan
kelainan bawaan.

Jadi, pastikan Anda selalu mencuci bersih daging yang akan
dimasak dan pastikan Anda memasaknya hingga matang.

 

Susu dan Produknya yang Tidak Dipasteurisasi

Anda mungkin akan dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak susu
saat hamil karena susu mengandung kalsium, protein, dan mineral
yang Anda butuhkan selama hamil. Akan tetapi, pastikan Anda
selalu mengkonsumsi susu yang telah dipasteurisasi. Susu yang
tidak dipasteurisasi mungkin mengandung bakteri listeria yang
dapat menyebabkan keracunan makanan.

 

Keju Lunak yang Tidak Dipasteurisasi

Keju lunak yang tidak dipasteurisasi seperti brie, feta,
camembert, queso fresco, dan sebagainya tidak boleh dikonsumsi
saat hamil karena mungkin mengandung bakteri listeria yang
dapat menyebabkan terjadinya listeriosis, keguguran, kelahiran
premature, dan kelainan bawaan.

Bila Anda tetap ingin mengkonsumsi keju, pilihlah keju keras
seperti cheddar dan swiss yang dibuat dari susu yang telah
dipasteurisasi.

 

Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci Bersih

Selain mengandung pestisida yang berbahaya, buah dan sayuran
yang tidak dicuci bersih dapat mengandung parasit toxoplasma
gondii dan bakteri listeria, yang dapat sangat berbahaya bagi
janin. Hindari konsumsi kecambah mentah, selada, dan kol yang
tidak dicuci.

Untuk tetap sehat, pastikan Anda sudah mencuci bersih sayuran
yang akan Anda konsumsi dan usahakanlah untuk tidak
mengkonsumsi buah dan sayuran yang sudah lama disimpan di
kulkas. Pastikan Anda selalu memasak sayuran yang akan Anda
makan, terutama sayuran berdaun hijau.

 

Kecambah Mentah

Anda mungkin sudah mendengar bahwa kecambah merupakan sumber
protein dan mineral yang baik. Akan tetapi, ada baiknya bila
Anda menghindari konsumsi kecambah mentah saat hamil karena
mungkin mengandung bakteri dan virus berbahaya yang dapat
menyebabkan keracunan makanan. Jika Anda tetap ingin
mengkonsumsi kecambah, pastikan Anda sudah memasaknya hingga
matang.

 

Kacang (Bila Alergi)

Kacang memang merupakan makanan yang baik dikonsumsi selama
hamil. Namun, bila Anda memiliki alergi kacang, dianjurkan
untuk menghindari beberapa jenis kacang tertentu selama hamil.
Beberapa jenis kacang yang dimaksud adalah kacang tanah, kacang
mede, chesnut, hazelnut, macademia, pecan, pistachio, dan
walnut.

 

Salad

Apakah Anda merupakan penggemar salad?  Bila ya, maka
sebaiknya Anda membuat salad Anda sendiri di rumah daripada
membelinya. Hal ini dikarenakan salad yang Anda beli mungkin
terbuat dari buah, sayuran, daging, dan telur yang kurang baik,
yang mungkin mengandung bakteri listeria.

 

Jus Buah yang Tidak Dipasteurisasi

Ternyata saat Anda hamil, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi
jus buah segar karena mungkin mengandung bakteri E.coli dan
salmonella yang berbahaya. Dianjurkan untuk mengkonsumsi jus
buah yang telah dipasteurisasi.

 

Baca juga: Apakah Aman Berdiet
Saat Hamil???

 

Konsumsi Kafein Berlebihan

Mengkonsumsi terlalu banyak kafein selama hamil dapat
menyebabkan terjadinya berat badan lahir rendah, lahir mati,
kematian janin, aborsi spontan, dan membuat Anda terus saja
BAK. Selain kopi, teh, dan cokelat; kafein juga dapat ditemukan
dalam minuman energi dan beberapa jenis obat flu dan batuk.

 

Teh Herbal dan Suplemen

Walaupun Anda mungkin dianjurkan untuk mengkonsumsi berbagai
jenis teh dan suplemen herbal, akan tetapi sebenarnya
mengkonsumsi keduanya saat hamil mungkin justru lebih banyak
bahayanya daripada manfaatnya bagi kesehatan Anda.

 

Makanan Kaleng

Makanan kaleng yang dapat disimpan dalam waktu lama sangat
tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil. Hal ini
dikarenakan makanan kaleng seringkali mengandung Bisphenol A
(BPA) yang dapat mempengaruhi aktivitas endokrin janin dan
makanan kaleng mungkin juga mengandung bakteri berbahaya karena
telah disimpan cukup lama.

 

Makanan Tinggi Nitrat

Bacon, sosis, soda diet, dan pemanis buatan (saccharin)
merupakan beberapa jenis makanan yang diketahui mengandung
banyak nitrat. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang
mengandung banyak nitrat dapat menyebabkan terjadinya kelainan
dan gangguan perkembangan pada bayi.

 

Makanan Tinggi Gula

Walaupun saat hamil banyak wanita akan mengalami ngidam dan
memiliki porsi makan yang cukup banyak, namun tetap dianjurkan
untuk membatasi konsumsi es krim dan cokelat. Mengkonsumsi
terlalu banyak gula dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

 

Jajanan Pinggir Jalan

Bila memungkinkan, dianjurkan untuk menghindari berbagai jenis
jajanan pinggir jalan karena dapat menyebabkan gangguan
pencernaan, keracunan makanan, dan gangguan kesehatan lain
karena kurang terjaminnya kebersihan.

 

Makanan Penuh Lemak

Mengkonsumsi terlalu banyak makanan berlemak saat hamil dapat
menyebabkan kadar kolesterol Anda meningkat tajam. Selain itu,
berat badan Anda mungkin tidak turun sebanyak yang Anda duga
paska melahirkan, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya
gangguan jantung dan obesitas. Kuncinya adalah mengkonsumsi
segala sesuatu dalam jumlah sedang, jangan berlebihan.

 

Pemanis Buatan

Pemanis buatan seperti saccharin tidak dapat difiltrasi oleh
plasenta yang berarti pemanis buatan ini dapat langsung masuk
ke dalam tubuh bayi Anda. Akan lebih baik bila Anda
mengkonsumsi pemanis alami daripada pemanis buatan selama
hamil.

 

Konsumsi Vitamin Berlebihan

Berlebihan selalu tidak baik, termasuk mengkonsumsi vitamin
berlebihan saat hamil. Tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi
vitamin melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat
membahayakan kesehatan Anda dan bayi Anda. Mengkonsumsi vitamin
secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan perkembangan dan
bahkan memicu terjadinya kelahiran prematur.

 

Karbohidrat Sederhana

Karbohidrat sederhana seperti roti dan muffin memang tidak
berbahaya bagi bayi Anda, tetapi dapat membuat sembelit Anda
semakin parah. Semua jenis makanan yang terbuat dari tepung
dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Jadi, perbanyaklah
konsumsi serat dan kurangi konsumsi karbohidrat sederhana.

 

Adonan Kue Atau Biskuit

Bila Anda suka memanggang biskuit dan kue, pastikan Anda tidak
mencoba adonan kue dan biskuit yang masih mentah karena mungkin
mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan terjadinya
keracunan makanan.

 

Licorice

Licorice atau mulethi merupakan rempah yang biasa ditemukan
pada berbagai jenis makanan, namun mengkonsumsi rempah yang
satu ini saat hamil dapat memicu terjadinya kontraksi rahim,
yang dapat memicu terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.
Jadi, sebaiknya menghindari konsumsi licorice selama hamil.

 

Makanan Sisa

Saat Anda hamil, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan
sisa, bahkan bila makanan sudah disimpan dengan baik di dalam
kulkas karena mungkin mengandung bakteri.

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.

 

Sumber: momjunction

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *