Dampak Buruk Berbagai Zat yang Ditambahkan Pada Makanan Bagi Kesehatan


Uncategorized / Sabtu, Maret 24th, 2018

Beberapa bahan kimia dan komponen lainnya yang ditambahkan pada
berbagai makanan siap saji dapat membuat makanan tersebut
tampak lebih menarik, baik dari warna, rasa, maupun
teksturnya.  Beberapa jenis zat tersebut juga dapat
menghambat pertumbuhan kuman, seperti bakteri dan jamur, yang
dapat membuat makanan tersebut lebih tahan lama dan
meningkatkan keuntungan perusahaan. Akan tetapi, berbagai jenis
zat tersebut juga dapat menyebabkan berbagai gangguan
kesehatan, mulai dari memicu terjadinya reaksi alergi dan
berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Jenis-jenis Pengawet Makanan
Pengawet makanan dapat dibagi menjadi beberapa kategori
tergantung pada fungsinya secara keseluruhan. Beberapa jenis
yang sering digunakan adalah pengawet, pemanis buatan, pewarna
makanan, penguat rasa, pengemulsi, penstabil, pengatur
keasaman, ragi, zat anti lengket, dan humektan (yang berfungsi
untuk membantu menjaga kelembaban). Berbagai zat-zat ini
biasanya disebutkan dalam label makanan, akan tetapi tanpa
menyebutkan manfaat atau fungsi zat-zat tersebut.

Reaksi Alergi
Anda dapat mengalami reaksi alergi bila sistem kekebalan tubuh
anda menganggap berbagai zat tersebut sebagai zat patogen atau
penyebab penyakit. Berdasarkan sebuah penelitian di Turki pada
tahun 2012, reaksi alergi karena zat-zat di dalam makanan ini
dapat berkembang, terutama setelah anda berusia lebih dari 20
tahun.

Beberapa reaksi alergi yang terjadi akibat zat-zat ini biasanya
merupakan gejala ringan seperti iritasi kulit, gangguan
pencernaan, dan beberapa gangguan pernapasan. Sebuah penelitian
lainnya di tahun 2009 menemukan bahwa reaksi alergi terhadap
zat yang ditambahkan ke dalam makanan ini tampak lebih sering
terjadi (7% lebih sering) pada orang yang memiliki kulit
sensitif atau menderita eksim. Beberapa bahan yang dapat memicu
terjadinya reaksi alergi atau asma adalah monosodium glutamate
(MSG), sulfit, perwarna makanan, dan pemanis buatan.

Meningkatkan Resiko Terjadinya ADHD
Beberapa penelitian di tahun 1994 telah berhasil menunjukkan
adanya hubungan yang kuat antara ADHD dan jumlah zat pengawet
dan pewarna buatan yang dikonsumsi oleh seseorang. Akan tetapi,
penelitian lainnya justru tidak menemukan bukti kuat yang
mengatakan bahwa pengawet makanan dapat menyebabkan terjadinya
ADHD. Beberapa pewarna makanan dan pengawet makanan dapat
meningkatkan perilaku hiperaktif pada beberapa anak. Beberapa
zat kimia yang dapat menyebabkan perilaku hiperaktif adalah
sodium benzoate dan pewarna makanan (merah dan kuning).

Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker
Terdapat beberapa jenis zat yang terdapat di dalam makanan
seperti aspartame, saccharin, nitrit, dan benzoate yang mungkin
memiliki hubungan dengan terjadinya kanker (berdasarkan sebuah
penelitian pada hewan) karena zat-zat tersebut menghasilkan
zat-zat karsinogenik saat dimetabolisme oleh tubuh.

 

Sumber: healthyeating.sfgate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *