Mitos Tentang Kondom Yang Perlu Diluruskan


Uncategorized / Kamis, Februari 8th, 2018

Penyakit menular seksual menyebabkan komplikasi seperti
gangguan kesuburan bahkan kematian. Ada beberapa cara
mencegahnya maka bisa menggunakan kondom. Kondom merupakan alat
kontrasepsi yang mudah digunakan dan juga cukup efektif dalam
mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Ada beberapa
mitos kondom yang beredar dan perlu diluruskan seperti ini.

 

Berikut Mitos Tersebut Yang Sering Beredar:

Kondom Biasanya Memiliki Lubang atau Cacat Manufaktur
Lainnya

FAKTA: Kondom dianggap sebagai Alat Kesehatan Kelas II. Ini
berarti pembuatan kondom diatur secara ketat, sehingga kondom
harus memenuhi standar industri BPOM dan yang diakui. Produsen
kondom menguji setiap kondom untuk menghindari adanya lubang
dan cacat lainnya. Mereka juga melakukan pengujian tambahan
pada kondom secara acak. Biasanya melibatkan tes kebocoran air
untuk mendeteksi lubang dan tes peledakan udara untuk memeriksa
kekuatan kondom. Pemeriksaan fasilitas manufaktur kondom secara
berkala untuk memastikan kualitas kondom.

 

2 Kondom Lebih Baik Daripada 1 Kondom

FAKTA: Meski kelihatannya masuk akal, kondom “double” tidak
memberikan perlindungan lebih. Bahkan bisa membuat kondom
menjadi kurang efektif. Bila dua kondom digunakan bersamaan,
gesekan lebih bisa terjadi di antara keduanya; Hal ini membuat
lebih mudah robek.

 

Kondom Lateks Adalah Kondom Yang Benar-benar
Efektif

FAKTA: Mitos ini agak rumit karena tergantung bagaimana Anda
mendefinisikan efektif. Ada empat jenis kondom pria: lateks,
polyurethane, polyisoprene, dan natural / lambskin. Kondom
lateks, poliuretan, dan poliisoprene efektif dalam mencegah
kehamilan serta melindungi terhadap PMS. Dalam tes
laboratorium, kondom poliuretan telah terbukti sama efektifnya
dengan penghalang sperma dan PMS seperti kondom lateks. Tapi,
ada beberapa kekhawatiran bahwa saat digunakan, kondom
poliuretan mungkin tidak menawarkan keefektifan yang sama
seperti kondom lateks. Ini karena kondom poliuretan tidak
elastis dan lebih longgar daripada kondom lateks, jadi kondom
ini mungkin cenderung pecah atau terlepas saat melakukan
hubungan intim. Penelitian menunjukkan bahwa bila dibandingkan
dengan kondom lateks, kondom poliuretan 3-5 kali lebih mungkin
pecah saat berhubungan seks.

Kondom kulit domba mengandung pori-pori kecil. Pori-pori
terlalu kecil untuk dilewati sperma, jadi kondom ini efektif
dalam mencegah kehamilan; Namun, bakteri / virus yang
menyebabkan PMS bisa melewati pori-pori ini. Jadi, kondom kulit
domba tidak menawarkan perlindungan terhadap penyakit menular
seksual.

 

Ukuran Kondom Bukan Masalah

FAKTA: Bila menggunakan kondom, ukuran memang membuat
perbedaan. Karena ukuran penis bisa bervariasi, dengan
menggunakan kondom yang memiliki ukuran yang benar itu adalah
hal yang penting. Agar lebih efektif, kondom harus pas.
Kegagalan penggunaan kondom bisa terjadi jika Anda menggunakan
kondom dengan ukuran yang salah seperti terlalu kecil atau
terlalu kencang kemungkinan akan pecah sedangkan kondom yang
terlalu besar atau longgar mungkin lebih cenderung mudah lepas.

 

Kondom Tidak Mudah Digunakan Dan Tidak Nyaman

FAKTA: Banyak kondom sebenarnya memiliki fitur tambahan yang
sebenarnya bisa membuat seks lebih menyenangkan bagi pria dan
wanita. Jika kondom tidak nyaman karena terlalu ketat, ada
berbagai ukuran dan jenis kondom yang bisa menawarkan
kenyamanan yang lebih baik dan lebih nyaman. Namun segala
sesuatu hal yang baru, maka Anda perlu latihan saat memakai
kondom agar lebih nyaman dan tentunya efektif.

 

Mitos tentang kondom sering membuat bingung beberapa orang,
namun dengan menggunakan kondom akan membantu untuk mencegah
kehamilan dan mencegah PMS.

 

Baca juga:
Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan
Kemandulan?

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang

 

Sumber: verywell

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *