Supaya Semakin Tahu! Ini Panduan Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual


Uncategorized / Selasa, Februari 6th, 2018

Supaya Semakin Tahu! Ini Panduan Pemeriksaan Penyakit Menular
Seksual

06 Feb 2018   18:00 WIB  

Tips News

Supaya Semakin Tahu! Ini Panduan Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual adalah penyakit yang sering ditakuti
oleh kebanyakan orang. Tentu Anda tidak ingin mengalaminya.
Namun terkadang Kita tidak tahu apakah diri sendiri, pasangan
atau mungkin orang yang Anda kenal mengalami penyakit menular
seksual atau tidak. Agar terhindar dari komplikasi dari
penyakit menular seksual maka ada beberapa pemeriksaan yang
perlu dilakukan.

 

Pemeriksaan apa yang harus Anda lakukan dan seberapa
sering. Temukan jawabannya di bawah ini:

Pemeriksaan Yang Dilakukan Setiap Tahun

  • Klamidia
  • Gonorea/ kencing nanah
  • HIV

Pemeriksaan Yang Harus Diuji Secara Rutin, Tapi Tidak
Tahunan:

  • Kanker Serviks melalui Pap Smear.

Mayoritas kanker serviks disebabkan oleh virus HPV yang
menular secara seksual. Pemeriksaan HPV tidak bisa dilakukan
pada pria, namun untuk pria bisa dilakukan pemeriksaan pap
smear anal. Namun, tes HPV langsung tidak digunakan untuk
mendeteksi infeksi genital pada pria.

Pemeriksaan PMS Yang Tidak Direkomendasikan Kecuali
Anda Curiga Anda Mengalaminya Dan Harus Diperiksa Bila Anda
Memiliki Gejala:

  • Sipilis
  • Trikomoniasis
  • Herpes Genital
  • Hepatitis B
  • Chancroid

Pemeriksaan PMS Yang Harus Diperiksa Saat
Hamil:

  • Klamidia: Semua wanita harus diperiksa pada kunjungan
    prenatal pertama. Wanita berisiko tinggi, dan wanita berusia
    kurang dari 25 tahun, harus diuji lagi pada trimester ketiga.
  • Gonore: Wanita muda dan wanita berisiko tinggi harus
    diperiksa pada kunjungan prenatal pertama. Wanita berisiko
    tinggi harus diperiksa lagi selama trimester ketiga.
  • HIV: Diperiksa pada kunjungan prenatal pertama dan pada
    trimester ketiga. Wanita yang tidak pernah diperiksa harus
    segera diperiksa pada saat persalinan.
  • Sifilis: Diperiksa pada kunjungan prenatal pertama (semua
    wanita), selama trimester ketiga (hanya perempuan berisiko
    tinggi), dan saat melahirkan (semua wanita).
  • Hepatitis B: Diperiksa pada kunjungan prenatal pertama
    dan pada trimester ketiga, jika mereka berisiko tinggi
  • Hepatitis C: Wanita berisiko harus diperiksa pada
    kunjungan prenatal pertama mereka.

 

Di atas adalah panduan untuk pemeriksaan penyakit menular
seksual, karena komplikasi penyakit menular seksual bisa
menyebabkan gangguan kesuburan, menularkan pada janin untuk
wanita hamil dan juga kematian. Pemeriksaan dini akan
membantu Anda dalam mencegah komplikasi.

 

Baca juga: Hati-hati, Seks Bebas Akibatkan Kencing
Nanah!

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang

 

Sumber: verywell

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *