Terlalu banyak Konsumsi Gula dan Makanan Manis Lainnya? Ini Efek Buruk Yang Bisa Anda Alami


Uncategorized / Kamis, Februari 8th, 2018

Terlalu banyak Konsumsi Gula dan Makanan Manis Lainnya? Ini
Efek Buruk Yang Bisa Anda Alami

08 Feb 2018   12:30 WIB  

Omg News

Terlalu banyak Konsumsi Gula dan Makanan Manis Lainnya? Ini Efek Buruk Yang Bisa Anda Alami

Makanan manis, makanan yang mengandung gula tinggi dan
karbohidrat adalah makanan yang digemari banyak orang dan
bisa jadi Anda salah satunya. Rasanya yang enak memang
membuatnya menjadi pilihan banyak orang.

Namun rasanya yang manis bukan berarti efeknya untuk tubuh
bak, karena ternyata bila konsumsi gula berlebihan maka akan
menyebabkan masalah kesehatan.

 

Berikut Gangguan Kesehatan Akibat Gula:

Penyakit

Menurut Harvard School of Public Health, mengonsumsi makanan
dan minuman bergula secara teratur meningkatkan risiko
penyakit jantung. Efek pembentuk asam gula meningkatkan
pembengkakan di tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan
asam urat. Konsumsi gula dapat meningkatkan kadar insulin,
menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi terkena diabetes.
Mengonsumsi makanan mengandung gula dapat meningkatkan asupan
kalori yang dengan mudah dapat menyebabkan kenaikan berat
badan berlebih dan menyebabkan obesitas. Sebuah studi yang
diterbitkan dalam “Journal of Nutrition” menemukan bahwa
penyakit yang terkenal karena alkoholisme, penyakit hati
berlemak, juga dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang
mengandung gula tinggi.

 

Risiko Gigi Berlubang

American Dental Association memperingatkan terhadap gula
berlebih karena efek langsung yang mereka miliki terhadap
gigi. Bila plak dari makanan yang mengandung gula, kontak
dengan mulut aka , terjadi reaksi asam. Asam ini menyerang
gigi, menyebabkannya terjadinya pembusukan. Seiring waktu,
ini bisa menyebabkan gigi berlubang.

 

Kekebalan Tubuh Lebih Rendah

Makanan yang mengandung gula tinggi dan minuman yang
mengandung gula tinggi seperti soda dan minuman manis lainnya
menghalangi fungsi sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda
lebih rentan terkena flu dan virus lainnya. Sebuah studi
tahun 1973 di Loma Linda University menunjukkan bahwa gula
menekan sel darah putih untuk menyerang bakteri berbahaya di
dalam tubuh setidaknya selama lima jam setelah dikonsumsi.
Ilmuwan memberi peserta 100 gram gula dicampur dengan
beberapa bakteri. Mereka mengambil darah peserta dan
membandingkannya dengan mereka yang telah mengonsumsi makanan
tanpa pemanis dengan bakteri. Mereka yang telah mengonsumsi
gula memiliki lebih banyak bakteri, karena sel darah putih,
yang melawan bakteri tidak melakukan pekerjaan mereka.

 

Jerawat

Sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal
“Molecular Nutrition & Food Research” melihat efek diet
rendah dan tinggi glikemik pada kulit pria remaja yang
memiliki jerawat. Gula adalah makanan dengan kadar glisemik
tinggi karena tubuh memecahnya menjadi glukosa lebih cepat,
menyebabkan lonjakan besar kadar gula darah Anda. Studi
tersebut menemukan bahwa peserta konsumsi gula tinggi
mengalami peningkatan jerawat. Hal ini menunjukkan bahwa gula
memperparah faktor yang menyebabkan jerawat berkembang.

 

Banyaknya hal yang disebabkan karena makanan yang mengandun
gula, maka biasakan mulai dari sekarang untuk mulai
menguranginya dan membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat.

 

Baca juga:
Apa Saja Sebenarnya Komposisi Minuman
Bersoda???

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang

 

Sumber: sfgate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *